Hukum

Sangsi Berat Menanti Sipir Lapas Binjai, 3 Lagi Napi Belum Ditangkap

DR Berita
drberita/ilustrasi
Tahanan kabur dari lapas.
DINAMIKARAKYAT - Sangsi berat menanti petugas yang mengakibatkan 7 narapidana (napi) di Lapas Kelas 2A Binjai, kabur pada Senin 18 Desember 2017 lalu. Sangsi tersebut akan disampaikan dan dikeluarkan langsung ‎Kementerian Hukum dan HAM RI di Jakarta.

"Sangsi sudah diserahkan, untuk pengambil keputusan ada di Jakarta (Kemenkuham RI), karena hukumannya berat-berat itu semuanya," ungkap Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkuham Sumut Hermawan Yunianto kepada wartawan, Senin 22 Januari 2018.

‎Kanwil Kemenkuham Sumut sudah menyiapkan sangsi untuk petugas Lapas Kelas 2A Binjai yang lalai bertugas, mengakibat 7 narapidana (napi) di Lapas tersebut melarikan diri, Senin 18 Desember 2017.

Diketahui, ke-7 napi yang berhasil melarikan diri adalah Saifuddin als Fudin (34) terpidana kasus narkotika dengan hukuman 8 tahun penjara, Abdul Rahman als Rahman (33) tahanan kasus penadahan, Fahrul Azmi (35) tahanan kasus narkotika.
 
Yusrizal als Rizal (39) terpidana kasus pencurian, Roni Adianto als Roni (25) terpidana kasus pencurian, Suhelmi als helmi (45) terpidana kasus narkotika dan Rudi Als Ajun (33) terpidana 10 tahun narkotika.

Hermawan mengatakan sudah mengamankan 4 orang napi, yang melarikan diri. Namun ia tidak menjelaskan secara detail identitas napi yang berhasil diamankan kembali.

"Untuk di Lapas Binjai ada 3 lagi belum ditankap," tutur Hermawan sembari tetap melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian hingga saat ini, untuk proses pengejaran dan penangkapan kembali.

Dia mengungkapkan pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah petugas sipir di Lapas Binjai secara internal. Namun ia enggan membeberkan hasil pemeriksaan internal.

Soal berapa orang petugas sipir di Lapas Binjai diberikan sangsi ‎dan sangsi apa yang akan diterima? Hermawan mengatakan menunggu keputusan sangsi dari inspektorat di Kemenkuham pusat di Jakarta.

"Sudah kita periksa dan sudah kita usulkan (untuk petugas lalai yang menerima sangsi). Saya tidak bisa share itu, kalau ada keputusan baru bisa share itu kepada media," ucap Hermawan. (art/drc)

Editor: admin