Hukum

Kemenkumham Dirikan Rutan Wanita di LPKA Tanjung Gusta Medan

DR Berita
drberita/ilustrasi
Rutan Wanita.
DINAMIKARAKYAT - Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkuham) Sumut menambah unit pelayanan terpadu (UPT) dengan mendirikan Rumahan Tahanan Negara (Rutan) khusus wanita di Tanjung Gusta Medan.

Namun penambahan UPT itu tidak didukung dengan fasilitas memadahi, dan untuk Sementara masih satu gedung dengan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA)‎ Klas IA Tanjung Gusta Medan.

"Ini dilakukan merupakan evaluasi kita dengan pak Kakanwil dengan mengurangi overkapasitas hunian di Lapas Wanita Tanjung Gusta Medan," ungkap Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkuham Sumut Hermawan Yunianto, Kamis 24 Agustus 2017.

‎Hermawan mengatakan Lapas Wanita Klas IA Tanjung Gusta Medan memiliki kapasitas hunian 150 orang. Sekarang ini sudah dihuni 700 orang lebih wargabinaan. Sehingga diambil langkah mengurangi hunian overkapasitas tersebut.

"‎Dengan demensi hunian tidak memadahi. Namun, di sisi lain sudah terbentuk Rutan Wanita Medan. Untuk operasional tetap menjadi satu di Lapas Wanita," kata Hermawan.

Dia menjelaskan untuk mengurai overkapasitas wargabinaan di Lapas Wanita, tahanan dipindakan ke Rutan Wanita di LPKA Tanjung Gusta Medan.

"Dari keseluruhan kami melihat ada satu UPT di LPKA mendapatkan tambahan hunian. Jadinya, dilakukan pemindahan berstatus tahan dari Lapas Wanita ke LPKA," tutur Hermawan.

Pemindahan tahanan itu dilakukan pada Senin 21 Agustus 2017 dengan jumlah 184 orang wanita berstatus tahanan.

"Ini dilakukan demi perawatan dan pelayanan yang kita berikan dari Kementerian Hukum dan HAM. Kemudian, sudah menjadi perintah pak Menteri untuk dilakukan retribusi tahanan ke tempat hunian yang memungkinkan untuk dipindahkan," katanya.

Secara fisik pelayanannya, kata Hermawan, LPKA yang dijadikan Rutan Wanita menggunakan satu blok sel. Kemudian, diberikan batasan sehingga tidak akan terjadi interaksi antara tahanan wanita dan tahanan anak.

"Kita menyekat untuk satu blok, jadinya tidak berhubungan dengan penghuni lain, yang bukan penghuni rutan wanita itu. Untuk pelayanan dan perawatan, untuk sementara dilakukan operasional di LPKA dulu. Karena di Medan ini tidak ada rutan wanita, yang bisa ditunjuk untuk penempatannya," tandasnya. (art/drc)

Editor: admin