Hukum

Keluarga Narapidana Diminta Jangan Memberi Uang Berlebihan Datang ke Rutan

DR Berita
drberita/ilustrasi
Tahanan.

DINAMIKARAKYAT -
Pihak‎ Rutan Tanjung Gusta Medan terus melakukan upaya menekan aktivitas negatif narapidana di dalam sel penjara. Perlu ikut serta masyarakat terutama keluarga wargabinaan.

Hal disampaikan oleh Kepala Pengamanan Rutan Klas IA Tanjung Gusta Nimrot Sihotang untuk tidak memanjakan wargabinaan yang masih dalam proses hukum di dalam rutan.

"Kita himbau, agar keluarga wargabinaan tidak memberikan uang berlebihan kepada keluarganya yang masih dalam proses hukuman. Karena jika diberikan uang berlebihan maka akan terjadi transaksi narkoba baik itu di dalam rutan maupun di luar rutan," ungkap Nimrot, Kamis 21 September 2017.

Menurutnya, selain memberikan uang berlebih, terjadinya transaksi dengan mudah dari dalam rutan tak dipungkiri adanya peran keluarga dari tahanan. Pasalnya, pihak keluarga yang berkunjung kerap kali membawakan barang elektronik seperti handphone untuk berkomunikasi sehingga dapat memicu kejahatan dari dalam rutan.

"Kita sering dapatin keluarga dari wargabinaan berikan hape, dan ini dilarang. Kita juga berharap narkoba itu tidak mudah dibeli dari luar sehingga narapidana tidak melakukan transaksi atau mengendalikan jual beli narkoba di luar," jelasnya.

Selain itu, dalam peningkatan pelayanan rutan membuka warung informasi yang dapat membantu wargabinaan untuk mengetaui CB, PB, CMB, CMK, Remisi, izin menikah, izin luar biasa, pengamanan, perawatan kesehatan, bantuan hukum gratis dari LBH Trisila dan Tunas Keadilan yang datang ke Rutan hari Rabu dan Sabtu.

"Warung informasi ini digunakan untuk memberikan pelayanan hak-hak warga binaan. Selain bisa mendapatkan informasi, wargabinaan juga bisa menambah wawasan dengan membaca berbagai buku," beber Kasubsi Bantuan Hukum dan Penyuluhan Tahanan, Lestarisan Ginting.

Dia menyebutkan, warung informasi dibuka setiap hari, dan tanpa dipungut biaya dari wargabinaan yang membutuhkan bantuan hukum guna memberikan haknya. Dan warung informasi baru berjalan dua minggu.

Saat ini, pihak rutan masih kekurangan buku-buku bacaan untuk mengisi rak-rak buku. Dirinya berharap, ada pihak yang bersedia menyumbangkan buku.

"Setidaknya buku-buku yang tidak terpakai karena sudah dibaca bisa disumbangkan ke sini. Kami juga berharap para penyumbang buku mau datang ke rutan," harap Ginting.

Wargabinaan juga bisa bermain musik di warung informasi. Sejumlah alat musik disediakan di sana.

"Adanya alat-alat musik ini, warga binaan diharapkan bisa berkegiatan lebih positif. Dengan melakukan kegiatan positif, tentu mereka tidak akan berpikir yang aneh-aneh," tandasnya.

Warung informasi yang berada di Rutan Klas IA Tanjung Gusta, ini memanfaatkan bangunan gereja yang ada di blok hunian. Bangunan itu dialihfungsikan menjadi warung informasi. ‎(art/drc)

Editor: admin