Hukum

Fikri Harahap Ungkap Fee Proyek dari Kontraktor ke Isa Ansyari

DR Berita
drberita/istimewa
Fikri Harahap sedang menjelaskan fee proyek Rp6 miliar.
DRBerita | Sidang perkara terdakwa suap Kadis PUPR Kota Medan Isa Ansyari menghadirkan sembilan saksi, termasuk Walikota Medan nonaktif Dzulmi Eldin di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis 9 Januari 2020.

Sembilan saksi yang dihadirkan jaksa dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam perkara suap ini yaitu Walikota nonaktif Medan Dzulmi Eldin, Asisten Pemerintahan (Aspem) Musadat Nasution, Staf Protokoler Sultan Solahudin dan Uli Artha Simanjuntak.

Kemudian mantan Kadis Pendidikan Hasan Basri, Sekretaris Dinas Pendidikan Abdul Johan, Bendahara Pengeluaran Sekda Pemko Medan, Ade Irmayani, Vincent dari Erni Tour Guide dan Kasi Pemeliharaan Dinas PUPR Fikri Harahap.

Kasi Pemeliharaan Dinas PUPR Kota Medan Fikri Harahap, yang menjadi saksi di persidangan mengungkapkan bahwa Kadis PUPR Isa Ansyari menerima uang Rp 6 miliar dari kontraktor atau rekanan.

"Saya disuruh kumpulkan hingga senilai Rp 6 miliar terkait proyek. Saya kurang tahu untuk apa, yang pasti suruh kumpulkan," kata Fikri.

Fikri mengatakan bahwa uang tersebut adalah fee proyek dari setiap pekerjaan di Dinas PUPR Kota Medan selama 2019.

"Ada seperti kalau ambil kerjaan itu pak, kita ada kasih pelicin, kayak upetinya atau fee untuk dapat proyek. Kebetulan saya punya banyak teman-teman pada minta tolong," kata Fikri.

Fikri mengakui uang miliaran itu langsung mengalir kepada terdakwa Isa Ansyari. "Kalau untuk yang lainnya kegunaan uang itu saya tidak tahu, Saya tidak pernah bertanya. Itu untuk waktu pastinya saya tidak tahu, tapi di bulan Maret. Fee itu saya sampaikan ke Pak Isa langsung," katanya kepada Majelis Hakim.

Para kontraktor yang dimintai uang, kata Fikri adalah teman-temanya. "Saya berteman sama mereka, jadi saya sudah lama kenal dengan para kontraktor ini tahun-tahun sebelumnya. Jadi ini langsung komunikasi dengan Pak Kadis, disampaikan, tolong dibantu masalah seperti ini proyek," kata Fikri.

Saat dicecar apakah uang tersebut juga mengalir kepada Walikota Medan Dzulmi Eldin, Fikri mengatakan tidak tahu. "Untuk kebutuhan pak wali, saya tidak tahu," kata Fikri.

Fikri juga mengakui para kontraktor pernah bertemu dengan Isa Ansyari di kantornya. Seperti dengan pengusaha Akbar Himawan dan Ayen.

Akbar Himawan Bukhari adalah anggota DPRD Sumut yang dicekal KPK ke luar negeri. Rumah Akbar Himawan di Jalan DI Panjaitan Nomor 142, Medan, juga pernah digeledah KPK, Kamis 31 Oktober 2019.

"Hubungan Akbar Himwan dengan Isa apa?" tanya Jaksa KPK. "Pernah jumpa di rumah Pak Isa. Bu Ayen itu istilahnya berteman dengan Pak Kadis, saya tidak tahu kalau dapat proyek," kata Fikri. (art/drc)

Editor: admin