Hiburan

Tiap Tanggal 4 April Kak Seto Nyamar Jadi Gelandangan

DR Berita
Foto: Istimewa

Seto Mulyadi atau Kak Seto.

DRberita.com | Seto Mulyadi atau Kak Seto mengatakan dirinya pernah menjadi gelandangan selama enam bulan. Itu terjadi pada waktu 50 tahun yang lalu, sewaktu dirinya tidak diterima masuk AKBRI.

Setelah itu Kak Seto berangkat merantau dari kampung halamannya ke Jakarta dan melamar ke Yayasan Bu Kasur.



"Saya kabur ke Jakarta karena tidak lulus AKBRI. Saat itu juga saya melamar ke Yayasan Bu Kasur menjadi pendongeng anak-anak," kata Kak Seto dalam acara penyerahan penghargaan 'Kak Seto Award 2020 dan Rekor Muri' di Kak Seto School, Jalan Raya Perigi Lama, No. 3A Parigi, Kecamatan PD. Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten, Senin 27 Juli 2020.

Baca Juga: Kuasa Hukum Canakia Suman Minta Mabes Polri Ambil-alih Kasus BTN dari Polda Sumut


Acara dihadiri Menteri PPA RI diwakili Deputi Partisipasi Masyarakat Indra Gunawan, Kapolri diwakili Karo Penmas Div Humas Polri Brigjen Pol. Awi Setyono, Senior Manager MURI Jusuf Ngadri.



Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedy Prastyo, Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin, Kapolres Tangsel AKBP Iman Setyawan, Ketua Panitia Zandre Badak, dan para Guru Home Schooling Kak Seto School.

Kak Seto mengatakan, setiap tanggal 4 April dirinya menyamar sebagai gelandangan untuk mengingat masa-masa silam kehidupannya.



Kak Seto berharap kepolisian dan seluruh masyarakat terus mengkampanyekan Gerakan Nasional Sahabat Anak (GNSA) dan memberikan Award kepada penyayang anak setiap tahun.

Baca Juga:
Ali Fikri: Masih Terbuka Peluang Mantan Anggota DPRD Sumut Kembali Jadi Tersangka


"Saya sekarang kerja sama dengan polisi untuk mengkampanyekan 'Polisi Sahabat Anak'. Kami melihat prestasi-prestasi cemerlang Polri dan Kemala Bhayangkari yang telah melakukan kegiatan positif untuk kepedulian terhadap anak," kata Kak Seto.




(art/drb)

Penulis: Muhammad Artam

Editor: Gambrenk