Hiburan

Jaksa Cantik Istri Kapolsek Yang Profesional

DR Berita
Foto: Istimewa

Rina Christina

DRberita.com | Jaksa fungsional di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Semarang Rina Christina berbagi sedikit cerita soal kehidupannya. Selain menjadi jaksa, Rina menjadi ibu rumah tangga sekaligus anggota Bhayangkari.


Suaminya, Kompol Christian Chrisye Lolowang menjabat Kapolsek Ngaliyan Kota Semarang.


BACA JUGA :105 Ketua PKK Lingkungan Medan Deli Ikuti Bimbingan


Biasanya ia akan berlibur memilih destinasi wisata seperti kebun binatang, sekaligus memberikan edukasi untuk anak. Selain itu, wanita 35 tahun ini juga memiliki waktu tersendiri untuk menjaga kesehatan dengan olahraga zumba aerobik.



Sebelum pandemi, ia sempatkan datang ke sanggar senam. Namun, kini hanya melalui YouTube. "Paling tidak seminggu tiga sampai empat kali, yang penting tetap olahraga," kata Rina dikutip Radar Semarang, Sabtu 22 Mei 2021.


Sebelum bertugas di Kota Semarang, Rina sudah melanglang buana di beberapa kejaksaan. Dia menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kejari Manado pada 2007. Kemudian pindah ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara pada 2009.


BACA JUGA :Lagi, KPK Tetapkan 2 Tersangka Korupsi PT. AJI


Selanjutnya sekolah jaksa pada 2010 di Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) Jakarta. "Setelah itu masuk ke Kejari Kendari, pindah ke Kejari Padang tahun 2013, dan Kejari Kota Semarang sejak 2015 hingga sekarang," kata Rina.



Selama bertugas di Kota Semarang, Rina mengaku memiliki pengalaman paling berkesan, yakni saat menangani perkara pembunuhan. Menurutnya, hal itu menjadi tantangan sekaligus pengalaman luar biasa karena ia baru beberapa bulan menjadi jaksa.


"Saat itu 2011, baru enam bulan jadi jaksa. Jadi, suatu tantangan karena pengalamannya masih minim," kata perempuan Manado ini.


BACA JUGA :Rutan BNN Sumut tak Punya Sipir, 5 Tahanan Lari


Meski begitu, dia bersikap profesional. Tidak membeda-bedakan kasus. Buat Rina, yang terpenting tetap memberikan pelayanan yang baik untuk masyarakat, terutama bagi pencari keadilan.



Rina juga menampik omongan miring terkait pemberian embel-embel dalam menangani perkara. "Setiap perkara punya tingkat kesulitan beda-beda. Kuncinya, harus sesuai penegakan hukum dan SOP. Termasuk menyampaikan ke korban atau orang yang berperkara untuk tidak memberi sesuatu atau embel-embel," kata ibu dua anak ini.


Penulis: DR Berita

Editor: admin

Sumber: JPNN