Hiburan

Edukasi Lingkungan di Hotel Mewah Tidak Sesuai Tema

DR Berita
drberita/istimewa
Pekan Lingkungan Provinsi Sumatera Utara.
DRberita | Serasa tidak percaya dengan kegiatan pekan lingkungan yang dilaksanakan Dinas Lingkuhan Hidup Provinsi Sumatera Utara. Mengangkat tema 'Biru Langitku, Hijau Bumiku' kegiatan ini dilaksanakan di hotel mewah sekelas Santika Diyandra, Medan.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari 5-7 September 2019, ini bergandeng dengan kegiatan 9th Indonesia Climate Change, Forum & Expo 2019 yang dilaksanakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Dari informasi yang didapat, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumut, hanya sebagai pendamping pelaksana pameran dan perlombaan khusus untuk kabupaten kota. Kegiatan ini menggunakan dua sumber anggaran APBN dan APBD.

Ide kegiatan dari Kementerian Lingkuhan Hidup dan Kehuatan dengan pelaksana kegiatan diserahkan kepada event organizer dari Jakarta.

Untuk Kegiatan pekan lingkungan, penanggung jawab kegiatan oleh Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumut Risma, plus sebagai PPTK. 

Risma yang dihubungi melalui telepon seluler mengaku lupa berapa anggaran yang digunakan untuk kegiatan pekan lingkungan. "Saya lupa anggarannya berapa, tapi kecil anggarannya. Ada dua pelaksana, kementerian dan dinas, dari APBD dan APBD," ucapnya, Kamis 6 September 2019.

Kata Risma, stan-stan yang disediakan untuk peserta dari kabupaten kota semuanya tidak ada dipungut biaya. "Stan-stan itu tidak bayar untuk kabupaten kota, semuanya gratis. Saya lagi jadi juri perlombaang, nanti saya lihat berapa anggarannya," katanya lalu menutup telepon.

Kegiatan pekan lingkungan ini bertujuan untuk edukasi lingkungan kepada masyarakat khususnya generasi muda. Soalnya, banyak sekolah-sekolah yang diundang datang untuk mengikuti kegiatan yang dibuat oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumut.

Lokasi pekan lingkungan ini dinilai kurang tepat. Seharusnya kegiatan dilaksanakan di luar ruangan, sesuai dengan tema 'Biru Langitku, Hijau Bumiku'. Agar masyarakat bisa merasakan dampak positifnya.

"Tempatnya ini aku tidak sepakat, terlalu eksklusif. Masyarakat jadi kurang tahu apa kegiatan yang dilaksanakan. Lokasi seperti ini butuh promosi lebih, jadi masyarakat tahu giat pekan lingkungan ini," ujar Dewan Penasehat Komite Integritas Anak Bangsa (Kirab) Indra Buana Tanjung.

Sebagai peserta pekan lingkungan yang mendapat stan, LSM Kirab, Indra berharap kegiatan serupa waktu-waktu mendatang dapat dilaksanakan di luar ruangan. Kesan lingkungan dapat dirasakan peserta juga
masyarakat yang datang melihat.

"Mudah-mudahan panitianya bisa lebih memahami kegiatan yang dibuat, tidak seperti ini lokasinya. Inikan kegiatan pendidikan lingkungan, seharunya di luar ruangan. Kalau seperti ini lokasinya kurang cocok, hotel santika inikan terbilang mewah juga," serunya.

"Output kegiatan, ya kita harapan semakin buming dan tumbuh berkembang kelompok-kelompok lingkungan dan masyarakat pencinta lingkungan. Harapan kita seperti itu," sambungnya.

Dengan kegiatan di luar ruangan, kata Indra, aktifitas dan atensitas masyarakat bisa lebih maksimal merasakan kegiatan positif seperti ini dalam kehidupannya. "Jika outdoor mungkin saja masyarakat mau ikut meramaikannya," cetusnya. (art/drc)


Penulis: Artam

Editor: admin