Ekonomi

Renward Parapat: Target PAD Rp 139 Miliar, Butuh Rp 3 Miliar Beli Komputer

DR Berita
Istimewa

RDP di Komisi 4 DPRD Medan soal target PAD Tahun 2022.

DRberita.com | Plt. Kepala DPM PTSP Pemko Medan Renward Parapat menargetkan pendapatan Rp 139 miliar pada tahun 2022, dari tahun sebelumnya sebesar Rp 37,6 miliar lebih.


Hal itu dikatakan Renward Parapat di ruang rapat Komisi IV DPRD Kota Medan, Selasa 23 November 2021.

Renward mengatakan membutuhkan anggaran sebesar Rp 3 miliar yang akan digunakan untuk membenahi dan melengkapi infrastruktur pelayanan dinas seperti penambahan komputer, penambahan daya listrik.

BACA JUGA:
Laga 'Kambing' Terlindas Trailer, Warga Sergai Tewas di Tempat

"Sejak 2 Minggu dipercaya sebagai pelaksana tugas saya akui memang kantor membutuhkan komputer terbaru untuk mendukung kinerja pengurusan perizinan seperti gambar dan lainnya, karena adapun komputer yang sudah ada masih komputer dengan spek lama," terangnya.

Untuk daya listrik, lanjut Renward Parapat, Kantor DPM-PTSP Kota Medan sangat membutuhkan, apalagi saat ini kekurangan daya yang menyebabkan seringnya lampu mati, terlebih lagi listrik yang masih bergabung dengan Dinas Pendapatan, semakin menambah keterbatasan arus listrik.


Untuk target PAD tahun 2022 sebesar Rp 139 miliar, kata Renward, akan didapat dari pembayaran tunggakan pajak Center Point, dan dari retribusi yang belum dibayarkan karena belum melengkapi perizinan. "Kami yakinkan ditahun depan, akan banyak pernohonan izin yang akan dikeluarkan," terangnya.


Anggota Komisi 4 DPRD Kota Medan David Roni Ganda Sinaga berharap apa yang ditargetkan Plt. Kepala DPM PTSP dapat terealisasi.

BACA JUGA:
Moeldoko Ditolak PTUN, Demokrat Konsentrasi Gugatan Pendukung KLB Ilegal Deliserdang

Sebaliknya, anggota Komisi 4 Dedy Akhsyari Nasution mempertanyakan target PAD yang naik fantastis itu di tahun 2022. "Apakah target PAD yang sebesar Rp 139 miliar itu akan didapat di tahun depan dan selanjutnya akan turun drastis di tahun 2023, jika hanya mengandalkan pajak dari Center Point, mohon dijelaskan," kata Dedy.

Sementara itu, Indri Meyanti, Kabid PTRPLH mengatakan dari Bidang Tata Ruang yang menjadi panduan RTRW sudah perubahan. Diharapkan beberapa izin yang tidak bisa dikeluarkan, dengan adanya perubahan tersebut izin izin yang terkendala sudah bisa dilanjutkan.


Dewan Sukamto dan Antonius Tumanggor menimpal soal perusahaan terutang Center Point. Seharusnya, kata mereka, target tercapai dari fasilitas infrastruktur terlebih dahulu dibenahi untuk PAD 2022.


"Apakah ketika Center Point sudah selesai ditargetkan berapa lagi. Benar kata Walikota Medan harus ada target PAD. Melihat besarnya Kota Medan seharusnya PAD nya juga besar," kata Sukamto.

BACA JUGA:
Partai Buruh Tantang Gubsu Berani Revisi UMP 2022 Naik 7 Persen

Renward menjawab Center Point salah satu target mereka adalah. Ia pun ingin ada kemudahan pelayanan terjalin. Walikota berpesan kepadanya agar pelayanan Dinas DPM PTSP dapat lebih ditingkatkan. Mereka pun membuat program 'Kamis Ceria dan Jumat Solusi'.

"Untuk sementara kami akan beli 7 unit komputer yang dibutuhkan untuk peningkatan pelayanan di kantor," jelas Renward.

Penulis: DR Berita

Editor: Admin