Ekonomi

Direksi PUD Pasar Medan Koordinasi Dengan Organisasi Oknum Pungli Pedagang Ikan

DR Berita
Istimewa

Direksi PUD Pasar Medan di lokasi pedagang ikan pusat pasar.

DRberita.com | Direksi PUD Pasar Medan menerima laporan adanya pungli kepada para penjualan ikan di Pusat Pasar. Direksi pun langsung gerak cepat meninjau lokasi, meski malam hari jelang dini hari, Munggu 24 Oktober 2021.


Dirut PUD Pasar Medan Suwarno didampingi Dirops Ismail Pardede, dan Dirkeu/Adm Fernando Napitupulu, tiba di Pusat Pasar Medan sekitar pukul 02.45 WIB. Terlebih dahulu para direksi melihat petugas jaga malam. Selepas itu, barulah melangkah ke gedung yang merupakan tempat penjualan ikan.

Di lokasi ini, direksi bertemu dengan perwakilan dari pengurus Persatuan Pedagang Ikan Basah (PPIB) Pusat Pasar. Organisasi ini sebelumnya beraudiensi dengan direksi dan menyebutkan soal adanya pungli.

BACA JUGA:
Hermansjah Kalah, Farianda Sinik Pimpin PWI Sumut

Ketua PPIB Pusat Pasar S. Manulang, menyebut pungli ada di bagian bongkar muat ikan. Selanjutnya direksi bergerak ke lokasi bongkar muat. Benar saja, di situ didapati seorang oknum dari salah satu organisasi yang mengambil kutipan dari fiber ikan yang dibongkar. Tiap fiber dipatok harga Rp 2 ribu.

"Kutipan ini kan jadi bikin gak enak kami di sini. Tiap bulan kami sudah bayar Rp 29 ribu. Nah, kalau tiap malam per fiber bayar Rp 2 ribu kan jadi nambah beban di tengah pandemi," kata Manulang.


Mendengar itu, jajaran direksi meminta agar oknum tidak lagi melakukan hal serupa. Dirut mengungkapkan, pihaknya akan melakukan komunikasi dan kordinasi dengan organisasi yang melalukan pungli. Tujuannya supaya pungli semacam itu tak lagi terjadi.


"Pak Wali menegaskan supaya pungli harus disikat habis. Karena itulah kami turun ke sini setelah menerima aduan dari pedagang. Ke depan kami harap seluruh elemen bisa berkolaborasi untuk menjaga supaya pungli tidak ada di pasar-pasar," bilang Suwarno.

BACA JUGA:
Politisi Demokrat dan Gubsu Hadiri Konferda GAMKI Sumut

Di lokasi pun ditemukan penjualan ikan "liar" yang tidak mau memasuki area gedung. Saat itu juga jajaran para direksi bertindak cepat dan meminta pedagang menutup lapak jualannya serta masuk ke area gedung.

Selain pungli, temuan lainnya dari direksi adalah mengenai listrik yang diperoleh pedagang di luar gedung yang telah disediakan. Direksi meminta teknisi agar menelusuri aliran. Hasilnya, listrik diperoleh lewat cara tak resmi. Akhirnya listrik pun diputus.


"Kita harus ikuti aturan dan ketentuan yang berlaku. Mudah-mudahan dengan begitu pasar bisa berbenah dan membawa keberkahan bagi kita semua," kata Suwarno.

Penulis: DR Berita

Editor: Admin