Ekonomi

Bank Sumut Teken Fakta Integritas KPK Awasi Masalah Kredit

DR Berita
Foto: Istimewa

Penandatanganan fakta integritas PT. Bank Sumut.

DRberita.com | PT. Bank Sumut menandatanganani fakta integritas anti korupsi, gratifikasi, dan anti fraud oleh jajaran manajemen beserta para mitra kerja. Penandatanganan tersebut melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk pengawasan kredit bermasalah di Bank Sumut.


Penandatanganan dihadiri Gubernur Edy Rahmayadi, Wakil Gubernur Musa Rajekshah, Wakil Ketua KPK Lili P. Siregar dan Direktur Koordinasi Supervisi (Korsup) Wilayah I KPK Brigjen Pol Didik A Widjanarko, di Kantor Pusat Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan, Rabu 3 Februari 2021.



Hadir juga Komisaris PT. Bank Sumut Brata Kesuma, Syahruddin Siregar, Direktur Utama (Dirut) Muchammad Budi Utomo, Direktur Pemasaran Hadi Sucipto, Direktur Kepatuhan Eksir, Direktur Operasional Rahmat Fadillah Pohan, Direktur Bisnis Syariah Irwan, dan seluruh Pemimpin Divisi dan Pemimpin Unit Operasional Bank Sumut.


Baca Juga :Kasus OTT Walikota Medan Bukti Kinerja Terburuk KPK


Wakil Ketua KPK Lili P. Siregar mengatakan penandatanganan fakta integritas PT. Bank Sumut merupakan bagian dari intervensi KPK terhadap Bank Pembangunan Daerah.


"Karena ada delapan intervensi KPK, salah satunya adalah optimalisasi pendapatan daerah. Kalau BPD ini baik tidak diintervensi hal-hal negative, bisa bekerja leluasa dan meningkatkan trust, tentu ini berdampak positip kepada masyarakat dan manajemen yang ada," kata Lili.



Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dalam sambutannya menyampaikan penandatanganan fakta integritas ini merupakan komitmen dan keseriusan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam menjalankan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.


Direktur Utama Bank Muchammad Budi Utomo menjelaskan, penandatanganan fakta integritas dilakukan tidak hanya oleh seluruh jajaran dewan komisaris dan dewan direksi, melainkan kepada seluruh Pimpinan Unit Kerja.


"Tujuannya untuk menanamkan budaya kepatuhan yang dimulai dari level pimpinan, dengan demikian diharapkan seluruh bawahan akan menerapkan integritas tinggi dalam bekerja jika telah diberi contoh oleh level pimpinan," jelas Budi Utomo.



Budi Utomo berharap fakta integritas yang dilakukan semakin memperkuat budaya anti korupsi, anti gratifikasi dan anti fraud dalam setiap proses bisnis di Bank Sumut. Seperti pada aktivitas penghimpunan dana, penyaluran kredit atau pembiayaan, layanan jasa pembayaran, pengadaan barang dan jasa serta aktivitas pekerjaan lainnya.


"Komitmen penerapan GCG dan budaya anti korupsi dalam bingkai integritas sebelumnya juga telah diimplementasikan pada serangkaian ketentuan internal PT. Bank Sumut, di antaranya Peraturan Bank Sumut tentang kode etik, Peraturan Bank Sumut tentang Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa, Peraturan Bank Sumut tentang Pedoman Strategi Anti Fraud serta penerapan whistleblowing system," katanya.


Secara internal, lanjut Budi Utomo, Bank Sumut tidak berhenti melakukan perubahan dan perbaikan terutama dalam penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dengan melakukan rekrutmen SDM berbasis kompetensi dan pelatihan secara kontiniu dan berjenjang. Selain itu Bank Sumut juga terus melakukan penyempurnaan Standar Operational Prosedure (SOP) terhadap proses bisnis berbasis risiko untuk mengantisipasi segala bentuk pelanggaran ketentuan maupun pelanggaran hukum.



"Secara eksternal, KPK yang merupakan stakeholders dalam menjalannkan perannya sebagai fungsi pencegahan mensupervisi Bank Sumut untuk memperkuat nilai-nilai integritas dan anti fraud dalam proses bisnis dan pengelolaan dana masyarakat, terutama dalam konteks penyaluran kredit/pembiayaan maupun penyelamatan kredit bermasalah. Namun jika ditemukan unsur pelanggaran hukum, maka penanganan kasus debitur bermasalah tersebut akan diteruskan ke aparat penegak hukum, khususnya oleh pihak Kejaksaan, yang telah bekerjasama dengan Bank Sumut," tambahnya lagi.


Dengan komitmen dan konsistensi menerapkan integritas tinggi dalam bekerja, PT. Bank Sumut berhasil melewati tahun 2020 di tengah pandemi Covid-19 dengan kinerja yang tetap terjaga antara lain laba bersih Rp.515 Milyar atau 95.7% dari target. Adapun NPL sebesar 3,54% atau membaik dibandingkan tahun 2019 sebesar 4,36% ,dan total asset sebesar Rp 33,5 triliun.


Baca Juga :Perluas Akses, Bank Sumut Luncurkan Layanan Sumut Link


Selain itu, Bank Sumut selama ini berperan dalam membantu Pemprovsu dalam rangka optimalisasi pendapatan asli daerah. Bank Sumut juga berkomitmen untuk segera memulihkan kredit bermasalah dengan didampingi oleh KPK, terutama dalam hal monitoring dan evaluasi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memanggil para debitur dengan status kredit bermasalah ke kantor pusat PT. Bank Sumut.



"Selain melakukan upaya pemanggilan debitur oleh KPK, Bank Sumut terus melakukan langkah-langkah penyelamatan kredit bermasalah termasuk meningkatkan mitigasi risiko kredit macet di masa mendatang dengan menyempurnakan sejumlah aturan internal dalam proses pemberian kredit," tutup Budi Utomo.



art/drb

Editor: admin

Sumber: Rilis