Ekonomi

Bank Himbara Dapat Rp 30 Triliun Dilarang Beli Surat Berharga dan Transaksi Valas

DR Berita
Ilustrasi

Bank Himbara

DRberita.com | Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut penempatan uang di Bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dilarang untuk pembelian surat berharga negara dan transaksi valas.

Menkeu memutuskan untuk memindahkan uang yang berada di Bank Indonesia ke Bank Himbara sebesar Rp 30 triliun. Pemindahan dana dari Bank Indonesia itu bertujuan untuk menumbuhkan perekonomian yang sedang melesu akibat pandemi Covid-19.

"Dilarang untuk beli surat berharga negara dan tidak boleh untuk transaksi valas atau pembelian valas. Jadi dana ini khusus mendorong ekonomi sektor ril," kata Sri Mulyani di Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Rabu 24 Juni 2020.


Dengan dana itu, Sri Mulyani berharap Bank Himbara bisa mengembangkannya lagi dan bisa disalurkan sebagai kredit untuk menggerakkan perekonomian.

Baca Juga: Polda Sumut Laksanakan Pesucian Pataka Sambut Hari Bhayangkara ke 74

"Bapak Presiden Jokowi tekankan khusus untuk mendorong ekonomi dan sektor riil agar kembali pulih. Jadi ini agar bank segera dan terus akselerasi pemberian kredit dan berbagai upaya pemulihan sektor riil," kata Sri.

Menurut Bendahara Negara ini, nantinya Bank Himbara akan memberikan pinjaman dengan tingkat suku bunga yang rendah, sehingga arus kredit diharapkan bisa kembali lancar sebelum pandemi Covid-19 melandai.


"Suku bunga yang rendah ini diharapkan mampu mendorong Bank Himbara melakukan langkah untuk mendorong sektor riil melalui kredit yang diberikan kepada para pengusaha dan dengan tingkat suku bunga yang lebih rendah," ujarnya.

Baca Juga: Bobby Vs Kotak Kosong: Pilkada Medan Mencari Walikota, Bukan Boneka

Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir memastikan dana pemerintah yang disimpan di bank BUMN akan digunakan untuk memulihkan sektor UMKM.

"Ini adalah sebuah kepercayaan yang diberikan Pemerintah kepada BUMN. Kita semua tahu bahwa BUMN menggerakkan sepertiga dari perekonomian nasional. Kami akan terus melakukan apa yang sudah dilakukan selama ini, yaitu memastikan UMKM baik di desa dan di kota menjadi bergulir kembali," kata Erick konferensi pers di Istana, Rabu 24 Juni 2020.


Sesuai arahan Presiden, Erick menjelaskan bank BUMN akan mengutamakan industri padat karya. Meski demikian, pemberian kredit juga bisa diberikan kepada korporasi yang memiliki track record yang baik.

"Insya Allah kami di Kementerian BUMN bersama dengan Himbara akan memastikan pemulihan ekonomi berjalan dengan baik," tukasnya.


(art/drb)

Editor: Bornok