Ekonomi

Peternak Kabupaten Simalungun Terbantu Dengan Program Kimitraan Unimed

DR Berita
drberita/istimewa
Uji coba alat permentasi pakan ternak di Kabupaten Simalungun.
DINAMIKARAKYAT - Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan pilar yang tak terpisahkan dari perekonomian Indonesia. Disaat krisis ekonomi melanda beberapa negara berkembang di dunia, UMKM mampu bertahan di bawah derasnya guncangan mata uang yang melemahkan nilai Rupiah.

Hal ini diungkapkan Tokoh Masyarakat Kabupaten Simalungun Badri Kalimantan di sela-sela kegiatan pendampingan dan penyerahan alat teknologi tepat guna (TTG) kegiatan program kemitraan masyarakat yang dilaksanakan oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Negeri Medan (Unimed), di Balai Nagori Dolok Maraja, Simalungun, Sabtu 29 September 2018.

Hadir dalam acara Sekretaris LPM Unimed Mukti Hamjah, Sekertaris Nagori Dolok Maraja Rusli Damanaik, Ketua Program Kemitraan Masyarakat LPM Unimed Taufik Hidayat, Direktur Eksekutif Pusat Study Pendampingan Rakyat (Puspera) Irfandi, Staf Administrasi LPM Unimed Rita Purnama Sari, Ketua Kelompok Peternak dan Pelaku Usaha.

Badri menegaskan sudah saatnya UMKM di Kabupaten Simalungun berbenah dan naik level sebagai pemain utama pada segmen produk usaha unggulan. Tidak hanya pada kualitas, branding dan packaging juga harus dibenahi untuk merebut pasar. Kabupaten Simalungun diketahui diapit oleh dua isu nasional yaitu Perapat sebagai destinasi wisata Geo Park Kaldera Danau Toba dan Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangke yang menjadi pasar strategis bagi UMKM.

"Maka dari itu UMKM harus menata diri untuk meningkatkan branding untuk dapat naik kelas ke level yang lebih baik, agar dapat meningkatkan nilai jual produk hingga mampu sejajar dengan produk-produk pabrikan," ujar mantan Direktur PDAM Tirtauli tersebut.

Sementara Ketua Program Kemitraan Masyarakat LPM Unimed Taufik Hidayat mengungkapkan bahwa Unimed telah beberapa kali memberikan bantuan dan melakukan kegiatan di Kabupaten Simalungun dalam upaya memberikan stimulus dan menunjang produktivitas UMKM agar mampu menjadi usaha yang maju dan mandiri.

"Saat ini kita melakukan pendampingan kepada kelompok peternak yang ada di Nagori Dolok Maraja, khususnya peternak kambing ettawa, dimana kambing etawa tidak hanya dijual dagingnya akan tetapi memiliki produk turunan susu kambing yang punya nilai ekonomi yang cukup menjanjikan," serunya.

"Maka dari itu pemenuhan pakan menjadi sebuah keniscayaan, alat TTG yang diberikan merupakan mesin pencacah batang ubi, jagung dan sawit, yang digunakan sebagai pakan yang difermentasi sehingga mampu meningkatakan nutrisi pada hewan ternak. Hal ini juga pasti akan berbanding lurus dengan peningkatan produksi susu dan daging," sambung Taufik.

Para anggota Kelompok Peternak Sukses Mandiri merasa berterimakasih kepada LPM Unimed dan pihak-pihak lainnya yang masih peduli dengan kondisi usaha-usaha kecil dan kerakyatan. Baru kali ini kata mereka kelompok peternak mendapat perhatian dari pihak-pihak luar.

Bantuan yang diberi dinilai sangat tepat karena disaat para peternak meradang dan resah akibat adanya pelarangan untuk mengembalakan hewan ternak di seputaran perkebunan karet PT. Bridgestone Sumatera Rubber Estate.

Selama ini peternak menggantungkan pakan dari areal perkebunan dengan adanya pelarangan. Banyak anggota peternak yang menjual ternak dengan harga murah karena mengalami paceklik pakan ternak.

"Adanya alat ini kami tidak lagi bergantung pada rumput perkebunan akan tetapi dapat menggunakan pakan alternative dari pelepah dan batang sawit, ubi serta jagung setelah panen. Serta dengan metode fermentasi pakan ternak mampu membuat pakan bertahan sampai setengah tahun tanpa takut ternak kekurangan nutrisi," ungkap peternak. (art/drc)

Penulis: Irfan Unimed


Editor: admin