Aksi Massa

Tuntut Pesangon, Karyawan PHK PT Jui Shin Indonesia Demo ke DPRD Sumut

DR Berita
Foto: Istimewa

Buruh yang di PHK PT Jui Shin Indonesia unjuk rasa di DPRD Sumut, Jumat 3 Juli 2020.

DRberita.com | Puluhan massa dari karyawan yang terkena PHK berunjukrasa di depan Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Jumat 3 Juli 2020. Mereka mendesak wakil rakyat Sumut segera memanggilan PT Jui Shin Indonesia.

"Tindakan dari PT Jui Shin Indonesia sudah tidak sesuai dengan putusan huku, melakukan PHK yang bertentangan dengan putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI), kami minta DPRD Sumut segera memanggil pihak manejemen PT Jui Shin Indoenesia," ungkap Koordinator Aksi, Ismail Fadlan.


Apa yang dituntut karyawan adalah hak normatif seusai dengan UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Namun, pihak PT Jui Shin Indonesia sebaliknya melakukan PHK kepada karyawan.

Baca Juga: Titik Kumpul Masjid Raya, Ribuan Massa di Medan Tolak RUU HIP

"Tuntutan karyawan di antaranya upah yang layak dan kesejahteraan buruh. Ini diatur dalam undang undang, tapi PT Jui Shin Indonesia tidak memperdulikan," teriak Ismail.

"Ini adalah unjuk rasa damai. Kami juga memakai masker untuk mencegah penyebaran Covid-19. Karyawan yang di PHK hanya minta dipekerjakan kembali, kalau tidak bayar pesangon sesuai undang-undang," sambungnya.


Massa pun meminta agar 100 anggota DPRD Sumut mendengar aspirasi buruh yang di PHK secara sepihak oleh PT Jui Shin Indonesia.

Setelah beberapa melakukan orasi, massa buruh kemudian diterima Kasubbag Pelayanan Masyarakat Sekretariat DPRD Sumatera Utara, Muhammad Sofian.

Baca Juga: AMPI Kecam Sikap Humas PT WIKA 'Jual' Nama Polda Sumut

Sofian mengaku akan menyampaikan aspirasi massa kepada pimpinan DPRD Sumut. "Apa tuntutan yang disampaikan massa buruh ini akaan saya sampaikan ke pimpinan dewan," ungkap Sofian.


(art/drb)

Editor: Gambrenk