Aksi Massa

Spanduk 1 Juta Bibit Lele Terbentang Depan Kampus UINSU, Ada Apa?

DR Berita
Poto: Istimewa

Sapnduk 1 juta bibit ikan lele depan kampus UINSU.

DRberita.com | Spanduk meminta 1 juta bibit ikan lele kepada Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Prof. Syahrin Harahap terbentang di depan kampus. Aksi spontan itu dilakukan oleh PC PMII Kota Medan, pada Senin 20 Desember 2021.


Ketua Umum Pimpinan Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Medan Rahmat Ritonga membenarkan aksi spotan spanduk tersebut.

"Iya benar, PMII Medan yang membentangkan spanduk itu. Kita meminta rektor UINSU menyediakan 1 juta bibit ikan lele untuk didistribusikan di lahan 100 hektare di Desa Sena," ucap Rahmat, Selasa 21 Desember 2021.

BACA JUGA:
Pengamat: Walikota Harus Perintahkan Inspektorat Periksa Proyek Dana Kelurahan

PMII Kota Medan, kata Rahmat, juga mempertanyakan adanya aktivitas galian C di atas lahan 100 hektare milik UINSU tersebut.


"Kita minta Rektor Syahrin Harahap jujur menjelaskan kondisi yang sebenarnya terjadi di atas lahan 100 hektare itu, siapa aktor intelektual yang melakukan galian C, dan dikemanakan hasil penjualan galian C tersebut. Lahan 100 hektare itu aset UINSU, bukan aset pribadi rektor," tegas Rahmat.


Menurut Rahmat, lahan 100 hektare itu dibeli dengan uang UINSU, bukan dengan uang pribadi rektor. Seharusnya lahan tersebut dipergunakan dengan baik, bukan sebaliknya menjadi ajang mencari keuntungan pribadi.


"Lahan yang dibeli itu bukan tak luas, dan harganya juga sangat fantastis jika dihitung. Namun pihak UINSU tidak memanfatkannya dengan baik sesuai kebutuhan kampus. Jika memang tidak dipergunakan, kembalikan saja lahan itu kepada negara," ujar Rahmat.

Rahmat menduga lahan 100 hektare milik UINSU di Desa Sena, itu sudah dikuasai oleh oknum untuk galian C.


"Pihak UINSU kami duga telah memperjual-belikan atau menyewakan lahan itu kepada oknum untuk bisnis galian C. Tak mungkin ada yang berani melakukan galian C kalau tidak ada persetujuan dari pihak UINSU, mustahil itu tidak ada bagi-baginya. Kalau Prof. Syahrin Harahap tidak tahu di lahan itu ada galian C, berarti dia bukan Rektor UINSU. Tak mungkin di dalam rumahnya sendiri Prof Syahrin tidak tahu," beber Rahmat.

BACA JUGA:
Program Bedah Rumah Anggota DPR RI di Karo Diduga Jadi Ajang Korupsi

PC PMII Kota Medan, kata Rahmat, berencana akan melaporkan dugaan korupsi yang terjadi pada galian C di atas lahan 100 hektare milik UINSU.

"Itu segera kita laporkan, PMII Medan akan mengawal pengusutannya," kata Rahmat.

BACA JUGA:
Bupati Karo: Kita lihat hasil pemeriksaannya nanti
Penulis: Muhammad Artam

Editor: Admin