Aksi Massa

LSM Formapera Desak PLN Tertibkan Pelanggan Nakal

DR Berita
Foto: Istimewa

Menyerahkan dokumen dukungan. 

DRberita.com | Puluhan orang dari LSM Forum Masyarakat Pemantau Negara (Formapera) Sumatera Utara, berunjukrasa di Kantor PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Medan, Jalan Listrik, Medan.


Massamendesak PT. PLN menindak seluruh pelanggan nakal dan pelaku pencurian tenaga listrik atau pengguna listrik secara ilegal, Senin, 30 November 2020.


Tak hanya menggelar mimbar bebas di depan gerbang yang dikawal petugas keamanan, massa turut mengusung poster berisi dukungan terhadap kinerja perusahaan milik BUMN tersebut yang khusus mengelola tenaga listrik dalam negeri.


Baca Juga :Manulife Indonesia Optimalkan Layanan Nasabah di Era Pandemi


Abdul Hadi selaku Koordinator Aksi dalam orasinya mengatakan, listrik merupakan salah satu kebutuhan yang paling mendasar bagi seluruh lapisan masyarakat. Bahkan sistem elektrifikasi itu merupakan kebutuhan primer yang tidak bisa lepas dari kehidupan setiap individu.



Terlebih, kata Sekretaris LSM Formapera Sumut itu, hampir seluruh perangkat yang menjadi sarana pendukung seluruh kegiatan dan pekerjaan di era inj selalu mengandalkan tenaga listrik. Mulai dari peralatan rumah tangga sampai yang melekat langsung seperti ponsel, pengoperasiannya menggunakan listrik.


"Listrik sangat penting dalam denyut nadi kehidupan dan perekonomian. Sayangnya, meski masyarakat sangat paham pentingnya listrik, namun tidak semua masyarakat yang notabene pelanggan mau menjalankan kewajibannya secara benar," sebutnya.


Namun sudah menjadi rahasia umum jika PLN sebagai wadah tunggal dalam pengelolaan tenaga listrik di dalam negeri, kerap merugi. Salahsatu faktor penyebabnya adalah tunggakan pembayaran listrik dan praktik pencurian arus atau penggunaan listrik secara ilegal.



"Akan tetapi, masih saja ada pihak yang tidak sadar akan kewajiban dan tanggungjawabnya dalam penggunaan tenaga listrik. Padahal, semua pembayaran itu merupakan income bagi negara dan untuk menjaga keberlangsungan PLN untuk terus mampu mengelola sistem elektrifikasi di seluruh nusantara," tandas Hadi.


Senada, Bambang Hartoko dalam orasinya mengatakan, untuk membangkitkan kesadaran para pelanggannya, PT. PLN mau tak mau terpaksa mengambil kebijakan lewat penertiban setiap pelanggaran. Baik yang melakukan penunggakan atau yang menggunakan tenaga listrik secara tidak benar.


Kata Bambang, tapi tak bisa dipungkiri, langkah ini tetap memicu pro kontra di tengah masyarakat. Padahal di balik itu juga, PT. PLN khususnya UP3 Medan, secara gencar pula melakukan sosialisasi dan mengedukasi tentang penggunaan tenaga listrik secara ilegal sangat berbahaya. Dampak yang paling sering terjadi adalah kebakaran.



"Menyikapi seluruh persoalan itu, kami dari Forum Masyarakat Pemantau Negara (Formapera) sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat, perlu menyampaikan beberapa point objektif yang diharapkan bisa menjadi masukan bagi PLN dan pelanggan agar semuanya bisa berjalan langgeng dan situasi ini justru tidak menjadi ajang manfaat oknum tertentu untuk mencari keuntungan," tukasnya.


Baca Juga :Tommy Minta Munas Hipakad Segera Dilaksanakan


Pejabat K3 PT. PLN UP3 Medan Maulana Bilqisthi Harahap menerima aksi, sangat mengapresiasi massa LSM Formapera. Selain aksi itu digelar dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan, dukungan moril dari LSM itu juga semakin membuat percaya diri dalam bertindak.


"Dukungan dari Formapera ini jelas semakin menambah kekuatan bagi PLN untuk terus berbuat menegakkan aturan bagi para pelanggan nakal. Sedangkan bagi oknum petugas-petugas kami yang nakal, kami juga tidak mengenal toleransi jika ditemukan bermain dengan tujuan untuk keuntungan pribadi. Akan kami tidak tegas," tegasnya.



Sebelum membubarkan diri, Ketua LSM Formapera Sumut, Feri Afrizal turut menyerahkan dokumen dukungan mereka kepada Manager PLN UP3 Medan Dian Herizal.



art/drb

Editor: admin

Sumber: Rilis