Aksi Massa

Jelang Hari HAM, Aktivis Mahasiswa di Sumut Tagih Janji Jokowi Ma'ruf

DR Berita
Foto: Istimewa

M. Julianda

DRberita.com | Sejumlah pekerjaan rumah (PR) pemerintah Jokowi Widodo- Ma'aruf Amin, terkait penyelesaian kasus pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) di tanah air mulai mendapat sorotan. Apalagi permasalan yang terjadi dari Sabang sampai Merauke tak kunjung jelas penyelesaiannya.


Hal tersebut dikatakan oleh Koordinator Aktivis Aktivis Mahasiswa Peduli HAM, M. Julianda, melalui siaran pers, Selasa 8 Desember 2020.


Baca Juga :Penembakan Anggota FPI, Ini Kata Neta S Pane


Dikatakan, aampai sekarang tidak ada satupun kasus HAM yang diselesaikan oleh Jokowi-Ma'ruf sebagai Presiden dan Wakil Presiden. "Yang terjadi baru baru ini adalah kasus penembakan secara brutal terhadap anggota ormas, hingga meyebabkan enam orang meninggal dunia tanpa alasan yang jelas," sebut Julianda.



Julianda mengungkapkan, beberapa kasus unjukrasa mahasiswa yang sering berujung ricuh, menurutnya merupakan sebagai pelanggaran HAM, apalagi melihat tindakan represhif aparat penegak hukum tanpa alasan yang jelas.


"Konstitusi negara telah mengatur tentang penyampaian pendapat dimuka umum, menurut kami ini merupakan bagian dari pelanggaran HAM, dalam Undang-undang nomor 39 tahun 1999 sudah sangat jelas disebutkan," ujarnya.



Selain itu, Julianda mengajak semua eleman yang berfokus dalam gerakan sosial untuk bergabung dan menyuarakan kasus pelanggran HAM yang ada di Indonesia pada 10 Desember nanti.


Baca Juga :BIN Temukan Proyek Dana Desa di Asahan Diduga Asal Jadi


"Kami dari Aliansi Aktivis Peduli HAM, mengajak rekan rekan juang semua untuk berjuang bersama menyuarakan ini," pungkasnya.




art/drb

Editor: admin

Sumber: Rilis