Aksi Massa

GNPK RI Tantang Irjen Panca Tindak Pengusaha Tambang Emas Ilegal di Madina

DR Berita
Foto: Istimewa

PW GNPK RI Sumut demo depan Mapoldasu.

DRberita.com | Pimpinan Wilayah Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indoanesia (PW GNPK RI) Sumatera Utara menantang Kapolda Irjen Pol. Panca Putra menindak pengusaha tambang emas ilegel di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).


Lokasi tambang ilegal tersebut berada di sepanjang aliran sungai di Kecamatan Batang Natal, beserta Desa Siulangaling Kecamatan Muara Batang Gadis, dan Desa Tapus Kecamatan Lingga Bayu.


Pengganti Dirut Bank Sumut Tunggu RUPS, Direksi Bekerja Kolektif Kolegial


"PW GNPK RI Sumut telah melakukan investigasi lapangan ke lokasi tambang tersebut. Kondisi pertambangan sudah hancur lebur di sepanjang aliran sungai," ungkap Koordinator Aksi Rasyid Habibi Daulay, depan Mapoldasu, Jumat 23 April 2021.



Menurut Rasyid, saat ini keadaan air sungai sudah berubah keruh dan terkontaminasi dengan limbah sehingga tidak dapat digunakan lagi oleh warga.


Selain itu, lanjut Rasyid, akibat aliran air yang sangat kotor membuat biota sungai, laut menjadi punah, dan pesisir Pantai Natal yang dulunya pasir putih sekarang berubah menjadi kotor dan berlumpur.


"Apabila galian tambang ilegal ini terus berjalan kami khwatir nantinya akan terjadi dampak bencana alam banjir bandang ke permukiman warga pesisir dan terjadinya erosi bangunan di jalan pantai barat atua jalan nasional," katanya.



Oleh karena itu DPW GNPK RI Sumut memdesak Kapolda Sumut Irjen Pol. Panca Putra menindak pengusaha tambang emas ilegal di Kabupaten Mandailing Natal.


"Irjen Panca jangan takut menindak pengusaha tambang emas ilegal tersebut, jika Irjen Panca takut menindak, lebih baik dia balik bertugas ke Mabes Polri, tak usah di Sumut," tegas Rasyid didampingi Koordantor Lapangan M.Alfin Lubis.


Kasus Suap Walikota Tanjungbalai Untuk Tutupi Korupsi Yang Lebih Besar, Berikut Konstruksinya


Penulis: Muhammad Artam

Editor: admin