Aksi Massa

Dugaan Penyalahgunaan Wewenang dan Jabatan Rektor UINSU Digiring ke Polda dan Kejatisu

DR Berita
Istimewa

MPPD Sumut aksi depan Mapoldasu.

DRberita.com | Dugaan penyalahgunaan wewenang dan jabatan Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Prof. Syahrin Harahap digiringMajelis Pemuda Pemerhati Demokrasi (MPPD) Sumatera Utara ke Polda dan Kejati Sumut, Senin 6 Desember 2021.


MPPD mendesak Polda dan Kejati Sumut agar segera mengusut dugaan penyalahgunaan wewenang dan jabatan Rektor UINSU Prof. Syahrin Harahap untuk memperkaya diri dan koleganya.

Dengan angkutan kota (angkot) massa tiba membawa dan membentangkan spanduk bertuliskan, usut tuntas dugaan penyalahgunaan wewenang dan jabatan Rektor UIN Sumut, dugaan kecurangan seleksi Dosen BLU, dugaan plagiasi dan KKN serta dugaan jual beli jabatan dan fee proyek.

BACA JUGA:
Dosen Minta Rektor Batalkan Hasil Seleksi Dosen Tetap Non PNS UINSU

Koordinator Aksi MPPD Sumut Rofiki mengungkapkan, aksi mereka murni panggilan hati terkait temuan kejanggalan atas proses Seleksi Calon Dosen (Cados) Tetap Non-PNS Badan Layanan Umum (BLU) UINSU tahun 2021.


"Kami meminta Bapak Kapoldasu untuk mengusut tuntas dugaan tindak pidana kejahatan dalam proses Seleksi Cados UINSU Medan dengan berbagai indikasi yang telah mencuat ke permukaan tiga pekan terakhir," katanya.

Indikasi itu, tegas Rofiki, dugaan permainan dalam meluluskan Cados di UINSU Medan, adanya dugaan praktik melanggar hukum di balik legalitas kegiatan pelaksanaan seleksi Cados tanpa Surat Keputusan pengangkatan Panitia Seleksi. Termasuk dugaan rekayasa pengumuman hasil tes serta dugaan persekongkolan jahat dengan oknum Biro Psikologi Universitas Medan Area (UMA).


Aksi MPPD Sumut diterima perwakilan Poldasu AKBP Saiful. Ia berjanji akan membawa aspirasi tersebut ke orang nomor satu di Mapoldasu.


"Terima kasih kepada teman teman dan adik adik mahasiswa, serta pemuda yang datang menyampaikan aspirasinya ke sini. Polda Sumut akan berkomitmen untuk memberantas segala bentuk tindak pidana, terutama tindak pidana korupsi. Mengenai aspirasi ini, pasti saya akan sampaikan kepada Bapak Kapolda Sumut. Saya masukan dalam catatan untuk ditindaklanjuti. Mohon untuk bersabar," katanya.


Setelah diterima Poldasu, aksi damai MPPD Sumatera Utara berlanjut ke Kejatisu. Massa meminta pihak Kejatisu segera memeriksa secara marathon dan menetapkan tersangka atas kasus dugaan jual beli jabatan yang dalam penyelidikan, serta mengusut tuntas dugaan fee proyek di UINSU.

BACA JUGA:
Dugaan Jual Beli Jabatan dan Pengaturan Proyek UINSU Sampai di Kejagung

"Terkesan penanganan kasus ini berlarut-larut, sehingga setelah sekian lama ditangani pihak Kejatisu, masih tetap dalam status penyelidikan," tegas Rofiki.

Koordinator Lapangan Ilham Siregar menyebutkan pihaknya telah menyampaikan laporan secara tertulis kepada Menteri Agama RI, Ketua Komisi VIII DPR RI, Kapolda Sumut dan Kajati Sumut terkait pentingnya keseriusan pihak dimaksud melakukan langkah langkah atas sejumlah dugaan yang kini terjadi di UINSU.


Ilham juga mengatakan pihaknya menjadwalkan bertemu dengan Wakil Menteri Agama RI di Jakarta guna menyampaikan bukti. "Persoalan di UINSU terasa sudah sangat pelik, dan sudah sangat bobrok. Perlu evaluasi dari Menteri Agama demi marwah dan kredibilitas kampus umat muslim di Sumut ini," ujar Ilham Siregar.

Penulis: DR Berita

Editor: Admin