Aksi Massa

Disnaker Sumut Akan Panggil Pengusaha Yang Bermasalah Dengan Buruh

DR Berita
Bambang

FSPMI Sumut saat rapat persiapan untuk unjuk rasa pada Selasa 16 Juni 2020 yang batal dilaksanakan.

DRberita.com | Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara (Disnaker Sumut) berencana akan memanggil seluruh pengusaha yang bermasalah dengan buruh, pada Senin 22 Juni 2020, mendatang.

Pemanggilan pengusaha tersebut terkait batalnya rencana aksi ribuan buruh FSPMI dari Kota Medan, Kabupaten Serdang Bedagai, dan Deliserdang.


Ketua FSPMI Sumut Willy Agus Utomo mengatakan pihak Disnaker Sumut dan kepolisi telah melakukan medias untuk memenuhi tuntutan FSPMI.

Baca Juga: Betuk Tim Kerja, DPD RI Sepakat Tolak RUU HIP

"Ya bg, ada mediasi semalam sama disnaker sumut dan pihak kepolisian, semua tuntutan FSPMI akan dipanggil pengusaha yang berkasus dengan buruhnya pada Senin depan (22 Juni) di Disnaker Sumut," kata Willy.


Sebelumnya, massa buruh dari FSPMI Medan, Delissrdang, dan Serdang Bedagai akan tumpah di Kantor Gubsu, DPRD Sumut, Walikota Medan, PT. PP Lonsum, dan PT. Indomarco Adi Prima di Tanjung Morawa, Selasa 16 Juni 2020.

Baca Juga: Pengembangan Sangat Mungkin, KPK Fokus Tahan 14 Tersangka Mantan DPRD Sumut

Buruh dari FSPMI dalam tuntutannya molak PHK dan mutasi anggota dan pengurus di PUK FSPMI PT London Sumatera (Lonsum) diduga memberangus serikat pekerja. Pekerjakan kembali 30 buruh PT. Indomarco Adi Prima yang di PHK sepihak.


Tolak PHK massal tidak manusiawi sebanyak 198 orang buruh di PT. Juisihin Indonesia. Pekerjakan kembali buruh yang di rumahkan dan di PHK oleh perusahaan dengan alasan Covid-19.

Disnaker Sumut wajib segera tuntaskan kasus buruh yang sudah bertahun tak diselesaikan, salah satunya Perusahaan BUMD Milik Pemprovsu PT. Perkebunan Sumatera Utara.

Baca Juga: Kajati Sumut: Penanggulangan Covid-19 Tugas Kita Bersama

Pecat oknum Mediator Disnaker Medan yang diduga jadi Konsultan Pengushaa melakukan intervensi langsung ke buruh di dalam perusahaan, bahkan melakukan PHK terhadap ratusan buruh di salah satu perusahan di simpang Amplas Medan.


(art/drb)

Penulis: Bambang

Editor: Gambrenk