Aksi Massa

Demo TOL UU Cipta Kerja di Medan Terbilang Masih Kondusif

DR Berita
Foto: Muhammad Artam

Aksi anak kecil pegang kertas karton di tengah demo TOL UU Cipta Kerja di Medan.

DRberita.com | Situasi unjukrasa Tolak Omnibus Law (TOL) Undang Undang (UU) Cipta Kerja di Kota Medan, Sumatera Utara, terbilang masih kondusif jika dibandingkan daerah lain, seperti Jakarta dan Bandung.


Seperti, Kamis 8 Oktober 2020, di DPRD Sumut dan DPRD Medan, demo yang terjadi terbilang masih kondusif. Masih ada jeda waktu yang pendemo dan pihak pengaman dari kepolisian duduk bareng di jalan depan gedung DPRD Sumut.



Ada juga aksi anak kecil yang ikut orang tuanya berjualan di lokasi demo, menjadi bahan tertawaan pendemo dan polisi karena memegang kertas karton bertuliskan DPR berdampingan dengan gambar kelamin. Situasi itu membuat pendemo dan polisi tertawa.


Namun tidak sedikit polisi melepaskan gas air mata ke pendemo. Begitu juga tidak sedikit batu berterbangan ke arah gedung dewan dan pihak keamanan. Air semprotan juga tidak jarang menerjang pendemo.


Baca Juga :2 Anggota Fraksi Demokrat DPRD Sumut Sambut Demo TOL UU Cipta Kerja


Aksi bakar juga belum ada terjadi dilakukan para pendemo TOL UU Cipta Kerja di Kota Medan. Hanya sebagian rumah toko dekat Hotel Gtand Aston yang menjadi sasaran pelemparan batu oleh para pendemo.



177 pendemo yang diamankan polisi belum sembanding dengan jumlah massa aksi yang tumpah di depan gedung dewan Sumut dan Medan, Jalan Imam Bonjol dan Jalan Maulana Lubis.


Dibandingkan dengan aksi yang berlangsung di Jakarta dan Bandung, aksi bakar sudah terjadi di mana-mana dilakukan massa pendemo.



Tidak itu saja, belum ada aksi penjarahan yang dilakukan oleh para pendemo dalam unjukrasa TOL UU Cipta Kerja yang telah disahkan oleh DPR RI, 5 Oktober 2020.



art/drb

Penulis: Muhammad Artam

Editor: Gmbrenk