Aksi Massa

Aliansi Mahasiswa Asahan Unjuk Rasa Tuntut DPRD Panggil Pihak Kampus STIHMA

DR Berita
Jalaluddin Sitorus

Aliansi Mahasiswa Asahan unjuk rasa di gedung DPRD, tuntut pemanggilan pimpinan Kampus STIHMA.

DRberita.com | Tak kunjung dicabutnya surat putusan skorsing nomor: 085/Kep/III/0/0/2020, dan surat keputusan pencabutan Beasiswa Bidik-Misi nomor: 086/Kep/III/00/0/2020, Aliansi Mahasiswa Asahan berunjuk rasa di depan Kantor DPRD, Senin 22 Juni 2020.

Massa menuntut agar Ketua DPRD Asahan Baharuddin Harahap segera memanggil pihak Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Muhammadiyah Asahan (STIHMA).

Baca Juga: John Kei, Mafia Indonesia Yang Bebas Bersyarat

Koordinator Aksi Zahir Ghufron Siregar mengatakan persoalan yang terjadi di STIHMA adalah contoh buruk dunia pendidikan di kabupaten Asahan. Mahasiswa hanya meminta dilakukan kuliah online.


"Kami hanya meminta kuliah online guna memutus mata rantai Covid-19, namun pihak Kampus STIHMA melakukan scorsing terhadap 9 mahasiswa dan pencabutan Beasiswa Bidik-Misi. Ini adalah catatan kelam dunia pendidikan di Asahan," kata Ghufron dalam orasinya.

Tak sampai di situ, Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ( IMM) Kabupaten Asahan ini juga meminta Ketua DPRD Baharuddin Harahap, Wakil Ketua Benteng Panjaitan, dan Ketua Komisi A Nurhayati agar memanggil petinggi atau Ketua Kampus STIHMA untuk dilakukan Rapat Dengar Pendapat ( RDP).

Baca Juga: PSSI Putuskan Liga 1 dan 2 Dilanjutkan September atau Oktober

Menyahuti aspirasi mahasiswa, Baharuddin Harahap mengatakan pihaknya sudah bisa mencari tahu duduk permasalahan yang terjadi di Kampus STIHMA, alasannya belum ada laporan dari mahasiswa mereka terima.

"Kami sudah menyelidiki permasalahan ini, tapi laporan resmi dari mahasiswa belum kami terima, tanpa surat resmi, kami tidak bisa memanggil oknum, atau kelompok, jadi belum bisa di RDP kan," kata Baharuddin.

Baharuddin meminta agar mahasiswa segera membuat laporan resmi ke DPRD Asahan. "Adek-adek mahasiswa, kami tunggu laporan resminya, setelah itu akan sesegera mungkin kita buat RDP," janji Baharuddin.


Pernyataan Baharuddin tersebut dibalas oleh koordinator aksi yang meminta DPRD Asahan komitmen dengan ucapannya. "Baik, kami akan membuata laporannya, tetapi harus dipanggil pihak Kampus STIHMA, jika tidak kami akan kembali lagi datang ke sini dengan massa yang lebih banyak," tegas Ghufron.

Baca Juga: Azlan dan Razak Percaya KPK Proses Dugaan Pungli dan TPPU Walikota Sibolga

Setelah mendapat penjelasan dari wakil rakyat, massa Aliansi Mahasiswa se Asahan membubarkan diri dari Kantor DPRD Asahan dengan tertib dan aman.


(art/drb)

Penulis: Jalaluddin Sitorus

Editor: Gambrenk